SYARAT DAN KETENTUAN PENGGUNAAN BAHANA LINK

DALAM PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI

UNIT PENYERTAAN REKSA DANA


1. Mengenai BAHANA LINK

BAHANA LINK adalah suatu media online yang disediakan oleh PT Bahana TCW Investment Management (“BTIM”) untuk memudahkan para pemegang Unit Penyertaan melakukan pembelian maupun penjualan kembali Unit Penyertaan suatu Reksa Dana yang dikelola oleh BTIM selaku Manajer Investasi.

Dengan BAHANA LINK, calon pemegang Unit Penyertaan dapat merencanakan tujuan investasi, waktu investasi dan besarnya investasi yang perlu dilakukan oleh calon pemegang Unit Penyertaan untuk dapat mencapai tujuan investasinya.

2. Kode Akses

2.1. Calon pemegang Unit Penyertaan dapat menggunakan BAHANA LINK setelah calon pemegang Unit Penyertaan melewati proses Uji Tuntas Nasabah dan/atau Uji Tuntas Lanjut sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan beserta perubahannya dikemudian hari, serta telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam BAHANA LINK.

2.2. Calon pemegang Unit Penyertaan akan log in menggunakan email miliknya dan password yang dibuat olehnya, yang telah didaftarkan pada BAHANA LINK (selanjutnya disebut “Hak Akses”).

Selanjutnya, calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan akan diberikan OTP (One Time Password) yang akan dipergunakan oleh calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan sebagai otorisasi atas transaksi yang dilakukan melalui BAHANA LINK.

Calon pemegang Unit Penyertaan/ pemegang Unit Penyertaan bertanggung jawab penuh untuk menjaga kerahasiaan Hak Akses dan/atau OTP agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lain dan membebaskan BTIM dari segala bentuk tanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh pemegang Unit Penyertaan sebagai akibat dari penyalahgunaan Hak Akses dan/atau OTP oleh pihak yang tidak berhak.

2.3. Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan wajib memberitahukan BTIM apabila terdapat dugaan bahwa Hak Akses dan/atau OTP calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan yang bersangkutan diketahui oleh pihak lain. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, BTIM akan melakukan pemblokiran terhadap Hak Akses dan OTP calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan. Segala risiko yang timbul sebagai akibat ketiadaan pemberitahuan dari calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan kepada BTIM akan menjadi tanggung jawab calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan.

2.4. BTIM berhak untuk setiap saat memblokir Hak Akses dan OTP untuk sementara maupun tetap, apabila:

a. Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan melaporkan adanya dugaan bahwa Hak Akses dan/atau OTP calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan yang bersangkutan diketahui oleh pihak lain;

b. Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan salah memasukan Hak Akses atau OTP sebanyak 3 (tiga) kali berturut;

c. Diharuskan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan/atau keputusan Pengadilan dan/atau perintah hakim dan/atau perintah resmi pihak yang berwenang lainnya.

2.5. Penggunaan Hak Akses dan OTP dalam menyampaikan perintah pembelian, perintah pengalihan (switching) atau perintah penjualan kembali Unit Penyertaan mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perintah pembelian atau perintah pengalihan (switching) atau perintah penjualan kembali Unit Penyertaan yang tertulis dalam formulir pembelian atau formulir pengalihan (switching) atau formulir penjualan kembali Unit Penyertaan yang ditandatangani oleh pemegang Unit Penyertaan. Karenanya penggunaan Hak Akses dan OTP dalam segala transaksi pembelian dan/atau pengalihan (switching) dan/atau penjualan kembali Unit Penyertaan, akan berlaku mengikat bagi BTIM dan pemegang Unit Penyertaan.

2.6. Pemegang Unit Penyertaan dengan ini menyatakan bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran instruksi yang disampaikan kepada BTIM melalui BAHANA LINK, dan karenanya diakui oleh pemegang Unit Penyertaan dan menjadi bukti terjadinya transaksi pembelian atau pengalihan (switching) atau penjualan kembali Unit Penyertaan oleh pemegang Unit Penyertaan.

3. Pembelian Unit Penyertaan

3.1. Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan dapat menyampaikan pesanan pembelian Unit Penyertaannya setiap saat melalui BAHANA LINK, baik pada Hari Bursa maupun bukan pada Hari Bursa.

3.2. Pesanan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan.

3.3. Sebelum melakukan pembelian Unit Penyertaan, calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan wajib membaca terlebih dahulu isi Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan. Dengan menerima Prospektus yang ditampilkan pada saat pemesanan, maka calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan dianggap telah membaca dan memahami isinya, berikut segala risiko investasi yang ada.

3.4. Pembayaran atas pembelian Unit Penyertaan melalui BAHANA LINK dapat dilakukan oleh calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan melalui mekanisme sebagai berikut:

a. Internet banking;

b. Transfer via ATM.

3.5. Semua pembayaran dilakukan ke nomor rekening yang diberikan oleh BTIM kepada masing-masing pemegang Unit Penyertaan (virtual account number).

4. Pembelian Unit Penyertaan Secara Berkala

4.1 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan dapat melakukan pembelian Unit Penyertaan secara berkala dengan menyampaikan pesanan pembelian Unit Penyertaan secara berkala melalui BAHANA LINK, baik pada Hari Bursa maupun bukan pada Hari Bursa.

4.2 Pembelian Unit Penyertaan secara berkala akan diproses sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan.

5. Pengalihan (Switching) Unit Penyertaan

5.1. Baik pada Hari Bursa maupun bukan pada Hari Bursa, Pemegang Unit Penyertaan dapat mengalihkan sebagian atau seluruh investasinya dalam Unit Penyertaan suatu Reksa Dana ke Reksa Dana lainnya yang dikelola oleh BTIM pada Bank Kustodian yang sama dan/atau pada Bank Kustodian lainnya, melalui BAHANA LINK, sepanjang pengalihan (switching) Unit Penyertaan tersebut dimungkinkan dalam Prospektus Reksa Dana-Reksa Dana yang terkait tersebut.

5.2. Pesanan pengalihan (switching) Unit Penyertaan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan.

6. Penjualan Kembali Unit Penyertaan

6.1. Pemegang Unit Penyertaan dapat menyampaikan pesanan penjualan kembali Unit Penyertaan yang dimilikinya setiap saat melalui BAHANA LINK, baik pada Hari Bursa maupun bukan pada Hari Bursa.

6.2. Pesanan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan.

6.3. Pembayaran hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dilakukan ke rekening yang ditunjuk oleh pemegang Unit Penyertaan dalam Formulir Profil Pemegang Unit Penyertaan. Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat menunjuk rekening lainnya untuk menerima dana hasil penjualan Unit Penyertaan.

7. Konfirmasi Transaksi

7.1. Sebelum pesanan pemegang Unit Penyertaan diproses, pemegang Unit Penyertaan akan dimintakan konfirmasi atas pesanannya tersebut. Pemegang Unit Penyertaan wajib memastikan bahwa isi pesanan tersebut benar dan telah sesuai dengan maksud dari pemegang Unit Penyertaan.

7.2. Setelah pesanan pemegang Unit Penyertaan selesai diproses, pemegang Unit Penyertaan akan menerima konfirmasi melalui email ke alamat email pemegang Unit Penyertaan yang tercantum dalam Formulir Profil Pemegang Unit Penyertaan mengenai telah dilaksanakannya pesanan pembelian atau pengalihan (switching) atau penjualan kembali Unit Penyertaan dari pemegang Unit Penyertaan.

7.3. Apabila pemegang Unit Penyertaan tidak menyetujui isi konfirmasi dimaksud karena adanya kekeliruan maupun penyalahgunaan, maka pemegang Unit Penyertaan wajib memberitahukan kepada BTIM dalam waktu 1 x 24 jam sejak diterima konfirmasi oleh pemegang Unit Penyertaan. Apabila dalam waktu tersebut pemegang Unit Penyertaan tidak menyampaikan keberatannya maka pemegang Unit Penyertaan dianggap menyetujui isi konfirmasi tersebut.

8. Kegagalan Transaksi

8.1. Pesanan pembelian dan/atau pengalihan (switching) dan/atau penjualan kembali Unit Penyertaan tidak akan terproses jika:

a. Terputusnya sambungan internet di pemegang Unit Penyertaan karena sebab apapun;

b. Pemegang Unit Penyertaan menutup situs BAHANA LINK saat transaksi belum terkonfirmasi;

c. Kegagalan sistem BAHANA LINK karena sebab apapun, dimana akan dinyatakan bahwa transaksi gagal diproses.

8.2. Jika kondisi pada butir 8.1. di atas terjadi, pemegang Unit Penyertaan dianjurkan untuk menginformasikan kegagalan transaksi tersebut ke BTIM dalam waktu 24 jam setelah kondisi tersebut terjadi.

8.3. Dalam hal terjadinya kegagalan sistem, pemegang Unit Penyertaan tetap dapat melakukan transaksi pembelian dan/atau pengalihan (switching) dan/atau penjualan kembali dengan cara manual, yaitu melalui BTIM secara langsung atau melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh BTIM.

9. Pernyataan dan Jaminan

Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan dengan ini menyatakan dan menjamin bahwa:

9.1 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan tidak akan menyalahgunakan atau membantu terjadinya penyalahgunaan terhadap BAHANA LINK;

9.2 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan tidak akan menggunakan BAHANA LINK sebagai sarana untuk melakukan tindakan yang dapat dikategorikan melanggar hukum, termasuk namun tidak terbatas kepada tindak pidana pencucian uang (money laundering) dan tindak pidana di bidang Pasar Modal, serta menyatakan bahwa pada saat ini calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan tidak sedang tersangkut perkara pidana maupun perdata di pengadilan, baik dalam jurisdiksi hukum negara Republik Indonesia maupun jurisdiksi hukum lainnya;

9.3 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan menyatakan dan menjamin bahwa seluruh data dan/atau informasi yang diberikan kepada BTIM adalah akurat, sah, lengkap dan terkini;

9.4 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan menyatakan dan berjanji akan melakukan pengkinian data dan/atau informasi sebagaimana tersebut di atas apabila terdapat perubahan data dan/atau informasi tersebut;

9.5 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan menyetujui tindakan BTIM dalam memberikan data-data dan/atau informasi mengenai calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan kepada pihak dan otoritas yang berwenang sehubungan dengan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

9.6 Calon pemegang Unit Penyertaan/pemegang Unit Penyertaan telah melakukan segala sesuatu dengan benar sehingga seluruh perintahnya dapat dilakukan dan dianggap telah benar oleh BTIM.

10. Biaya

Pemegang Unit Penyertaan yang bertransaksi melalui BAHANA LINK tidak dikenakan biaya selain dari biaya-biaya yang dituangkan dalam Prospektus masing-masing Reksa Dana.

11. Ketentuan Penutup

11.1. BTIM berhak mengubah, mengakhiri, memperbaiki, menambahkan dan/atau mengurangi isi Syarat dan Ketentuan ini, tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pemegang Unit Penyertaan.

11.2. Syarat dan Ketentuan ini berakhir dengan sendirinya apabila pemegang Unit Penyertaan tidak lagi memiliki Unit Penyertaan suatu Reksa Dana yang dikelola oleh BTIM, dan untuk pengakhiran tersebut, pemegang Unit Penyertaan setuju untuk mengesampingkan Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

11.3. Syarat dan Ketentuan ini beserta dokumen yang terkait, tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia.

11.4. Dalam hal terjadi cidera janji (wanprestasi) dan/atau perselisihan sehubungan dengan Syarat dan Ketentuan ini, penyelesaian perselisihan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Prospektus dari masing-masing Reksa Dana yang terkait.

11.5. Apabila salah satu ketentuan dalam Syarat dan Ketentuan ini menjadi tidak berlaku atau tidak dapat dijalankan, maka ketidakberlakuan tersebut tidak mengakibatkan ketentuan-ketentuan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini menjadi tidak berlaku.